update kalau tdk bisa cb ini : It's My World: Desember 2012

Kalender 2013



  KALENDER TAHUN 2013




Happy New Years 2013


Tahun Baru, Harapan Baru

SETIAP pergantian tahun, nyaris pasti, semua orang ingin terjadi suatu perubahan yang lebih baik dalam hidupnya. Yang sakit berharap sembuh, yang seret rezekinya berharap berkelimpahan atau setidaknya tidak berkekurangan, yang menganggur berharap mendapat pekerjaan, yang tergusur berharap dapat ganti rugi yang layak, bahkan yang terlanjur korupsi berharap kasusnya tidak tercium aparat, apa lagi sampai terbongkar. Harapan adalah hak semua manusia, tanpa terkecuali, karena di dalam harapan yang memang masih abstrak itu terkadang mampu menepis keputusasaan.

Tetapi berbahagialah apabila Anda, meskipun dalam kehidupan yang dilakoni itu tidak menguntungkan, masih ada segenggam harapan, bahwa dalam tahun baru ini akan terjadi perubahan yang lebih baik, meskipun mungkin tidak harus signifikan. Karena dengan harapan itu, Anda akan terpacu untuk berjuang demi hari depan yang lebih baik.

Namun kalau sekadar harapan tanpa kerja keras, hanya akan tetap menjadi harapan yang mengawang. Dalam bahasa filsafat hanya akan menjadi harapan murni. Kecuali Anda seorang anak atau istri konglomerat yang tanpa melakukan apa pun sudah memperoleh apa pun dari konglomerat itu sendiri. Kalau saat ini yang diharapkan adalah untuk memperoleh kekayaan materi, misalnya.

Tetapi apa pun yang diharapkan, tetaplah sekali lagi usaha dan kerja keras merupakan pintu pertama untuk mengubah harapan menjadi realita.




Berhijab Sesuai Bentuk Muka


Nah, kali ini aku akan berbagi tips berhijab sesuai bentuk wajah ni. Inget yah :)

Sesungguhnya, setiap muslimah yang memakai kerudung akan tampak jauh lebih cantik dibandingkan ketika dia belum memakai kerudung. Seiring dengan berjalannya waktu, gaya berkerudung kian bervariasi dan beragam. Hampir setiap wanita berkerudung selalu ingin mengikuti tren model berkerudung yang sekarang sedang banyak diperbincangkan. Namun, karena kurang bisa menyesuaikan bentuk muka mereka dengan gaya berkerudung yang mereka pilih, akhirnya mereka hanya menjadi Korban Mode. Tidak salahnya mengikuti tren atau mode terbaru asalkan sesuai dengan warna kulit, wajah, dan pakaian yang akan digunakan. Terutama, gaya kerudung Anda harus sesuai dengan acara atau suasana.

Wajah bulat

Banyak orang merasa jengkel karena memiliki wajah bulat karena jika Anda sampai salah pilih kerudung untuk digunakan, wajah Anda akan terlihat semakin kembung dan gemuk. Bagi Anda yang berwajah bulat, siasatilah dengan menggunakan undercaps yang sangat mudah ditemukan di pasaran. Ikat rambut Anda terlebih dahulu jika Anda memiliki rambut panjang, kemudian pakailah undercaps. Hindari pemakaian cepol atau konde karena ini akan semakin menambah kesan bulat pada wajah Anda. Kemudian, ikat jilbab Anda dan pada bagian pipi, tarik hingga separuh bagian pipi tertutup. Jangan lupa untuk memastikan bahwa Anda tetap merasa nyaman dan tidak sesak.

Wajah lonjong atau panjang

Turkish style adalah gaya kerudung yang paling pas digunakan oleh pemilik wajah yang satu ini. Turkish style akan memberikan kesan penuh dan lebih padat bagi wanita yang memiliki wajah lonjong atau panjang. Anda mungkin bisa mempercantik penampilan Anda dengan cara menggelung rambut. Rambut yang digelung ini akan menambahkan volume pada wajah Anda sehingga wajah Anda akan nampak seimbang.

Wajah persegi

Gunakan kerudung model rounded shape. Model kerudung ini akan membingkai wajah Anda. Garis-garis tajam pada wajah yang biasanya membingkai wajah Anda juga akan tersamarkan sehingga wajah akan nampak lebih lembut. Sebisa mungkin hindari pemakaian warna yang keras dan mencolok. Pemakaian warna soft dan layer akan membuat wajah Anda nampak penuh.

Wajah oval

Pemilik bentuk wajah ini sepertinya patut merasa beruntung karena Anda bebas memakai model berkerudung dengan gaya apapun. Anda hanya perlu memadukan gaya kerudung manakah yang warna dan modelnya pas dengan warna kulit dan warna baju Anda. Tetap berhati-hati dalam menyerasikan gaya kerudung dengan pakaian yang Anda kenakan. Anda akan tampak sangat cantik dan menarik.
Selamat Berhijab Kawan :)

Ilmu Sebagai Aktivitas Penelitian



MAKALAH FILSAFAT
“ILMU SEBAGAI AKTIVITAS PENELITIAN”







Penyusun :
1.    Jantung Ardilla U (125120401111015)
2.    Citra Ayu Insirah (125120401111017)
3.    Winoni Fitra Mawaddah (125120401111011)
4.    Joshua Insetyadi Budiarto (125120401111005)
5.    Putu Cahaya Santiyuda (125120401111009)
6.    Yudhis Tri Kuncoro (125120401111007)
7.    Budi Prakoso (125120401111013)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
HUBUNGAN INTERNASIONAL
2012

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1         Rumusan Masalah
1.2         Batasan Masalah
1.3         Tujuan Penelitian
1.4         Manfaat Penelitian
BAB II METODE PENELITIAN
        2.1       Rancangan Penelitian
            2.3       Metode Penelitian
BAB III PEMBAHASAN
        3.1       Pengertian Ilmu
            3.2       Ilmu Sebagai Rangkaian Aktivitas
            3.3       Ilmuwan dan Masyarakat Ilmiah
BAB IV PENUTUP
          4.1    Kesimpulan
          4.2    Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Penyusunan makalah ini didasari dari tuntutan perkuliahan atas pengenalan ilmu Filsafat. Sebagaimana diketahui bahwa filsafat merupakan akar dari kelahiran berbagai ilmu Pengetahuan. Sebagai basik pembelajaran Filsafat Ilmu, diperlukan pemahaman tentang ilmu sebagai bagian yang terjalin dengan filsafat.
Di lingkungan pendidikan, terutama pendidikan tinggi, boleh dikatakan setiap waktu istilah “ilmu” diucapkan dan sesuatu ilmu diajarkan. Istilah ilmu atau science merupakan suatu perkataan yang cukup bermakna ganda, yaitu mengandung lebih daripada satu arti. Adanya kompleksitas tersebut mendorong disusunnya karya tulis makalah ini. Prinsip dasar ilmu yang telah dipaparkan ahli-ahli merupakan bekal yang dapat mengkonfirmasi esensi ilmu sebagai serangkaian aktivitas penelitian.

1.2 RUMUSAN MASALAH
      Beberapa perumusan masalah yang kami ambil dalam makalah ini yaitu :
1.    Apa ilmu itu ?
2.    Apakah yang dimaksud dengan ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelitian?
3.    Siapa sajakah yang dapat disebut sebagai ilmuwan dan masyarakat ilmiah?



1

1.3 BATASAN MASALAH
            Karena cakupan Ilmu sebagai Aktivitas Penelitian cukup luas, maka kami  
     hanya membatasi dari segi :
1.      Pengertian Ilmu
2.      Ilmu sebagai rangkaian aktivitas
3.      Ilmuwan dan masyarakat ilmiah

1.3 Tujuan Penelitian
Makalah  ini dilakukan untuk dapat bermanfaat bagi para mahasiswa agar dapat :
1.    Untuk mengetahui pengertian ilmu itu sendiri.
2.    Untuk mengetahui peranan ilmu sebagi aktivitas penelitian.
3.    memahami karakteristik aktivitas yang dimiliki oleh ilmu .

1.4 Manfaat Penelitian
      Manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.    Mahasiswa akan lebih memahami filsafat  tentang sebuah ilmu.
2.    Mahasiswa akan lebih memahami bagaimana peranan ilmu sebagai aktivitas penelitian
sehingga bagi mahasiswa dapat membantu kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu dalam kegiatan perkuliahan.





2
BAB II
METODE PENELITIAN

2.1 Rancangan Penelitian
Rancangan pada dasarnya untuk membuat suatu laporan kami merencanakan suatu kegiatan untuk mencari informasi tentang makalah. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pencarian data dalam mengerjakan makalah ini. Sehubungan dengan hal itu Licoln dan Guba dalam Maleong (2002:236) mendefinisikan rancangan penelitian sebagai usaha melaksanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukan secara pasti apa yang akan dijelaskan dalam hubungan unsur-unsur masing-masing. Menurut Maleong Rancangan Penelitian diartikan sebagai usaha merencanakan dan menentukan segala kemungkinan dan perlengkapan yang diperlukan dalam suatu pengertian kuantitatif. Dalam penelitian ini kami mengambil Ilmu sebagai Aktivitas Penelitian karena banyak sekali yang belum mengetahui peranan ilmu sebagai aktivitas penelitian.

2.2 Metode Penelitian
            Dalam makalah ini kami menggunakan metode dokumentasi. Metode ini digunakan dengan cara mengambil dokumen-dokumen yang ada untuk dipelajari agar memperoleh data dan informasi untuk dijadikan aspek penelitian.
Dokumen tersebut meliputi laporan atau berbagai artikel yang berkaitun dengan ilmu sebagai  aktivitas penelitian.
            Definisi Dokumentasi sendiri menurut Iyan Fahrudi S.E. (2005:46) adalah sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Kami mempergunakan teknik studi kepustakaan atau studi pustaka. Tidak hanya itu kami juga mencari bahan dari sumber-sumber dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional, yaitu internet.
3
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Definisi Ilmu
                Dari pertumbuhan ilmu sejak zaman Yunani Kuno sampai abad modern ini tampak nyata bahwa ilmu merupakan aktivitas manusia, suatu kegiatan melakukan sesuatu yang dilaksanakan orang atau lebih tepat suatu rangkaian aktivitas yang membentuk suatu proses.
            Kata ilmu dalam bahasa Arab yaitu "ilm" yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Secara sederhana ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar memperoleh rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Maksud dari kalimat diatas yaitu setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian tertentu. Ilmu lebih mengkhususkan diri pada kejelasan konsep yang dikajinya secara khusus, lebih sempit dan mendalam. Hal ini untuk memudahkan para pencari ilmu dalam memfokuskan diri dalam bidang yang dikaji.
            ilmu merupakan rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.
            Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut suatu ilmu. Persyaratan tersebut diantaranya:
1. Objektif.
Sesuatu dapat disebut ilmu jika sesuatu tersebut dicari dan diteliti secara mendalam sehingga menghasilkan suatu keputusan yang kebenarannya bersifat objektif dan dapat diterima oleh semua orang serta objek yang ditelitinya nyata. Selain itu kebenarannya dapat diuji secara ilmiah. Jadi bukan hanya kesimpulan yang diambil secara subjektif oleh peneliti atau subjek penunjang penelitian saja.
2. Metodis
4
Metodis berasal dari bahasa Yunani yaitu metodos yang berarti cara atau jalan. Dalam menentukan suatu ilmu, harus memiliki cara yang valid dalam kemungkinan-kemungkinan adanya penyimpangan dalam ilmu yang telah teruji kebenarannya tersebut. Secara umum metodis adalah metode ilmiah untuk menguji kebenaran suatu ilmu.
3. Sistematis
Suatu ilmu harus bersifat sistematis. Hal ini dimaksudkan agar objek dari suatu ilmu tersebut dapat terurai secara teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, serta mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat yang menyangkut objek ilmu itu sendiri.
4. Universal
Jelas dalam menemukan suatu ilmu tertentu harus memiliki sifat universal. Hal ini untuk menentukan ilmu tersebut dapat dipergunakan secara luas atau tidak. Seperti ilmu matematika dan ilmu fisika yang memiliki rumus-rumus yang valid sehingga dibelahan dunia manapun, ilmu tersebut dapat digunakan dan dapat diterima secara luas.

3.2 Ilmu Sebagai Rangkaian Aktivitas
            Ilmu secara nyata dan khas adalah suatu aktivitas manusiawi, yakni perbuatan melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Ilmu tidak hanya satu aktivitas tunggal saja, melainkan suatu rangkaian aktivitas sehingga merupakan sebuah proses. Rangkaian aktivitas itu bersifat rasional, kognitif, dan teleologis.
Aktivitas rasional berarti kegiatan yang mempergunakan kemampuan pikiran untuk menalar yang berbeda dengan aktivitas berdasarkan perasaan atau naluri. Ilmu menampakkan diri sebagai kegiatan penalaran logis dari pengamatan empiris.
Berpangkal pada hasrat kognitif dan kebutuhan intelektualnya, manusia melakukan rangkaian pemikiran dan kegiatan rasional yang selanjutnya melahirkan ilmu. pemikiran rasional atau rasionalitas manusia merupakan sumber utama dari ilmu. Yang dimaksud dengan pemikiran rasional (rational thought) ialah pemikiran yang mematuhi kaidah-kaidah logika, baik logika tradisional maupun logika modern. Misalnya kaidah pemikiran bahwa sesuatu hal tidak dapat pada waktu yang bersamaan sekaligus adalah A dan non-A.

5
Sebagai contoh dalam ilmu tidak boleh dinyatakan bahwa matahari bersinar dan sekaligus juga tak bersinar atau bahwa sebuah tabung hampa dan pada saat yang bersamaan nonhampa (atau berisi).
Ilmu selain merupakan sebuah proses yang bersifat rasional dan kognitif, juga bercorak teologis, yakni mengarah pada tujuan tertentu karena para ilmuwan dalam melakukan aktivitas ilmiah mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Ilmu melayani sesuatu tujuan tertentu yang diinginkan oleh setiap ilmuwan. Dengan demikian, ilmu adalah aktivitas manusiawi yang bertujuan. Tujuan ilmu itu dapat bermacam-macam sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masing-masing ilmuwan.

3.3 Ilmuwan dan Masyarakat Ilmiah
            Ilmuwan adalah seseorang yang melaksanakan rangkaian aktivitas yang disebut ilmu. Dari pertumbuhan ilmu sejak zaman Yunani Kuno sampai abadmodern ini tampak nyata bahwa ilmu merupakan aktivitas manusia, suatukegiatan melakukan sesuatu yang dilaksanakan orang atau lebih tepat suaturangkaian aktivitas yang membentuk suatu proses.Seorang yang melakukan rangkaian aktivitas yang disebut ilmu itukini lazim dinamakan ilmuwan ( scientist ).
Kata ilmuwan sekarang tentu bukanlah hal yang asing. Secarasederhana ia diberi makna ahli atau pakar. Dalam kamus Indonesia, kata ilmuwan bermakna orang yang ahli atau banyak pengetahuannya mengenaisuatu ilmu, atau orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan.
Pada zaman orde baru para ahli dikatakanilmuwan karena untuk membedakan dirinya dengan para ahli-ahli lainnyaseperti filsuf, cendekiawan atau intelektual, dan lain sebagainya. Istilahilmuwan dipakai untuk menyebut aktifitas seseorang untuk menggali permasalahan ilmuwan secara menyeluruh dan mengeluarkan gagasan dalam bentuk ilmiah sebagi bukti hasil kerja mereka kepada dunia dan juga untuk  berbagi hasil penyelidikan tersebut kepada masyarakat awam, karena merekamerasa bahwa tanggung jawab itu ada di pundaknya. Adapun filsuf dipakaiuntuk menyebutkan aktivitas seseorang yang berkaitan dengan filsafat atau ahli fikir saja.



6
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
            ilmu merupakan rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.
            Kegiatan yang dinyatakan sebagai ilmu tidak bersifat tunggal, melainkan lebih dan saling menjalin dan membentuk proses. Sebagai pembeda rangkaian aktivitas yang disebut ilmu dengan serangkaian aktivitas biasa dapat dilihat dari sifat yang menyertai tindakan tersebut. Serangkaian aktivitas dapat dikatakan sebagai ilmu ketika diterapkan dengan prinsip dasar rasional, kognitif dan teleologis.
            Semuanya itu pada dasarnya sesuatu yang bisa bermanfaat bagi semua manusia di dunia ini untuk mencapai kemudahan dalam berkehidupan.

4.2 Saran-saran
            Ilmu itu penting, di segala aspek kehidupan kita membutuhkan ilmu. Berpikirlah terbuka terhadap ilmu karena ilmu jalan hidup kita.








7
DAFTAR PUSTAKA

Liang, Gie The.2000. Pengantar Filsafat Ilmu. Jogjakarta: Liberti.

















8

Sahabat itu Duniaku


Sahabat itu Duniaku

                Nah, kali ini aku akan bicara tentang SAHABAT. Lagi kangen banget sih sama sahabat-sahabatku.
            SAHABAT, SAHABAT, SAHABAT.
Sahabat itu adalah tawaku, sahabat itu adalah senyumku, sahabat itu adalah cita-citaku, sahabat itu adalah sumber kebahagiaanku.
            Sahabat itu juga adalah sedihku, sahabat adalah tangisku, sahabat adalah duka ku, sahabat adalah penghentianku.
            Dan yang paling penting dalam duniaku sahabat itu adalah sosok-sosok nyata yang selalu menemaniku dalam segala keadaan ku, bukan hanya kata mutiara tentang seorang sahabat saja, melainkan bukti nyata bahwa seorang sahabat itu ada. Nah, orang-orang yang ada di balik layar hidupku itu adalah Fitriyah Rizqy, Retno Rakhmawati, Fitri Ayu Wulansari, Desi Murniyati, Anis Hidayati, Ifa Laili dan satunya adalah Diana Sulfikawati.
            Mereka Jiwaku. Mereka itu DUNIAKU. Kita merupakan suatu kelompok keluarga yang akan selalu mengisi hari-hari kita dengan sebuah kebersamaan. Seneng rasanya bisa kenal mereka semua, dapat pelajaran paling berharga di hidupku, yaitu memahami dan pastinya menerapkan sebuah arti kepercayaaan, dan tentunya kebersamaan.
            Kangen banget ketika saat-saat tanpa mereka. Walaupun Jarak menghadang, ku pastikan Jiwaku akan selalu untuk mu, SAHABATKU :*

Sahabat itu Duniaku


Sahabat itu Duniaku

                Nah, kali ini aku akan bicara tentang SAHABAT. Lagi kangen banget sih sama sahabat-sahabatku.
            SAHABAT, SAHABAT, SAHABAT.
Sahabat itu adalah tawaku, sahabat itu adalah senyumku, sahabat itu adalah cita-citaku, sahabat itu adalah sumber kebahagiaanku.
            Sahabat itu juga adalah sedihku, sahabat adalah tangisku, sahabat adalah duka ku, sahabat adalah penghentianku.
            Dan yang paling penting dalam duniaku sahabat itu adalah sosok-sosok nyata yang selalu menemaniku dalam segala keadaan ku, bukan hanya kata mutiara tentang seorang sahabat saja, melainkan bukti nyata bahwa seorang sahabat itu ada. Nah, orang-orang yang ada di balik layar hidupku itu adalah Fitriyah Rizqy, Retno Rakhmawati, Fitri Ayu Wulansari, Desi Murniyati, Anis Hidayati, Ifa Laili dan satunya adalah Diana Sulfikawati.
            Mereka Jiwaku. Mereka itu DUNIAKU. Kita merupakan suatu kelompok keluarga yang akan selalu mengisi hari-hari kita dengan sebuah kebersamaan. Seneng rasanya bisa kenal mereka semua, dapat pelajaran paling berharga di hidupku, yaitu memahami dan pastinya menerapkan sebuah arti kepercayaaan, dan tentunya kebersamaan.
            Kangen banget ketika saat-saat tanpa mereka. Walaupun Jarak menghadang, ku pastikan Jiwaku akan selalu untuk mu, SAHABATKU :*

LIDQO band

I'ts My LIDQO

 Festival Band se-kota Pasuruan
   Festival Band se-kota Pasuruan
 Festival Band se-kota Pasuruan  
 Festival Band se-kota Pasuruan  
   Festival Band se-kota Pasuruan
 Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
   Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
 Festival Band at Gramedia Expo Surabaya

 Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
 Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
Festival Band at Smaga Cup Kota Pasuruan
Festival Band at Dayu Park Pandaan
Festival Band at Dayu Park Pandaan
 Festival Band se-kota Pasuruan
 Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
 Festival Band se-kota Pasuruan
 Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band Se-kota Pasuruan at Pondok Surya Kencana
Guest Star at Smada Pasuruan
BandDance Festival Se-kota Pasuruan


Aku Adalah....

AKU ADALAH ....

Dikala mentari mulai bersinar, bangunlah sayang.
Dikala rembulan mulai bersinar, tidurlah sayang.
Mentari itu semangatmu, dan
Rembulan itu keheninganmu.

Sayang.....
Berjalanlah menyusuri kehidupan ketika mentari mulai menampakan sinarnya.
Berjalanlah menyusuri impianmu ketika rembulan mulai menampakan sinarnya.

Aku .....
Aku adalah mentari dan
Aku pun adalah rembulan
UNTUK HIDUPMU .

Pasca Perang Dingin


PASCA PERANG DINGIN

Sisa-sisa Perang Dunia II memunculkan perang dingin berkepanjangan hampir setengah abad lamanya yang melibatkan banyak negara di dunia terpisah menjadi dua blok, yakni Blok Timur dan Blok Barat. Dibubarkannya Pakta Warsawa sebagai pakta pertahanan utama negara-negara Blok Timur dan diikuti dengan dibubarkannya pula Uni Soviet sebagai negara yang menjadi basis pertahanan terbesar bagi negara-negara Blok Timur menandakan akhir perang dingin di mana hampir memunculkan perang nuklir yang sangat mungkin akan dapat berakibat fatal terhadap kelangsungan hidup masyarakat dunia.
            Perang dingin seakan mewariskan beberapa masalah internasional yang hingga kini belum juga dapat terselesaikan. Perang dingin juga memunculkan perang-perang kecil antar etnis, perebutan wilayah, dan berbagai permasalahan lainnya. Akan tetapi berakhirnya perang dingin juga membawa keadaan positif yang mana beberapa negara yang dulunya terkekang untuk berkembang tapi kini mendapat kebebasan dan keleluasaan untuk melakukan kegiatan politiknya dalam kehidupan negaranya. Berakhirnya perang dingin juga memunculkan harapan baru, yakni dunia yang damai dan tenteram tanpa merasakan khawatir tentang bahaya perang.
            Perang dingin membawa banyak dampak terhadap banyaknya negara-negara di dunia, baik itu negara yang terlibat langsung mau pun negara yang tidak terlibat langsung sekalipun. Perang dingin tersebut dinyatakan berakhir setelah pembubaran Uni Soviet pada akhir tahun 1991. Berakhirnya perang dingin memunculkan harapan baru bagi masyarakat dunia untuk mencapai perdamaian dunia tanpa mengalami lagi kekhawatiran atas bahaya perang. Adapun berbagai ketegangan dan konflik yang menjadi masalah internasional yang sampai hari ini terjadi sering dikaitkan dengan perang dingin yang pernah terjadi pada masa lalu.
      Istilah perang dingin yang pertama kali digunakan oleh George Orwell dalam artikelnya yang pernah dipublikasikan pada tahun 1945 untuk menjelaskan prediksinya tentang pergolakan dua atau tiga negara raksasa yang memiliki senjata nuklir, dan istilah ini menjadi sangat populer setelah digunakan oleh Bernard Baruch pada tahun 1947 untuk menjelaskan tentang ketegangan dunia yang terjadi akibat perlombaan senjata antara dua negara adikuasa saat itu, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet.
 Perang dingin yang berlangsung dari tahun 1947 dan berakhir seiring berakhirnya pula pemerintahan komunisme di Uni Soviet pada 25 Desember 1991 yang mana pada beberapa dekade sebelumnya negara-negara soviet mengalami politik ke arah liberal (lebih dikenal sebagai Glasnost dan Perestroika) yang dilakukan oleh Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet saat itu.
 Pakta Warsawa merupakan tonggak dasar kekuatan Blok Timur pada masa perang dingin. Akan tetapi pakta pertahanan ini berakhir pada 31 Maret 1991 dan diakhiri secara resmi pada 1 Juli 1991 di Praha, akibat ketidakpuasan dari masyarakat sipil dari negara-negara Blok Timur. Negara-negara yang dahulu berada di bawah naungan Pakta Warsawa pasca perang dingin mulai menentukan nasibnya masing-masing. Beberapa di antara mereka berpaling dari negara-negara timur lainnya dan malah bergabung dengan NATO. Sedangkan beberapa negara khususnya bekas pecahan Soviet bergabung pada Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS).
Berakhirnya perang dingin telah mengakhiri semangat sistem internasional bipolar dan berubah pada multipolar atau secara khusus telah mengalihkan persaingan yang bernuansa militer ke arah persaingan atau konflik kepentingan ekonomi di antara negara-negara di dunia ini. Pasca perang dingin yang ditandai dengan berakhirnya persaingan ideologi Amerika Serikat dan Uni Soviet telah mempengaruhi isu-isu hubungan internasional yang sebelumnya lebih fokus pada politik dan keamanan akhirnya berubah pada hak asasi manusia, ekonomi, lingkungan hidup, dan juga terorisme.
Dinamika Hubungan Internasional  menunjukkan berbagai kecenderungan baru yang sangat berbeda dengan masa – masa sebelumnya (sebelum perang dingin). Ada banyak contoh yang dapat kita sebut untuk memperkuat pernyataan di atas. Seperti berakhirnya perang dingin, mengemukanya isu isu baru yang secara signifikan telah mengubah wajah dunia seperti kelompok etnis, munculnya terorisme internasional, mengemukanya globalisasi dengan segala aspeknya, regionalisasi di berbagai penjuru dunia dan kecenderungan internasionalisasi isu - isu local.
Isu-isu utama yang menjadi pilar hubungan internasionalpun mengalami pergeseran. Meskipun isu lama yang menyangkut keamanan nasional dan pertentangan masih tetap berlanjut namun tak dipungkiri adanya perhatian baru dalam tata hubungan antar negara dan antar bangsa.
Menurut Juwono, sedikitnya ada empat isu yang jadi sorotan baru. Pertama, pada era pasca Perang Dingin, perhatian lebih difokuskan pada usaha memelihara persatuan  dan kesatuan bangsa menghadapi lingkungan internasional yang belum jelas. Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia ini menyebutkan, lingkungan internasional sekarang lebih kabur, lebih tidak menentu dan lebih mengandung kompetisi meraih akses pada ilmu, modal dan pasar di negara-negara kaya. Kedua, sorotan ini tidak terlalu baru tapi sekarang muncul ke permukaan yakni soal keamanan regional. Fenomena di Asia Tenggara dengan prakarsa ASEAN mengukuhkan zona bebas nuklir termasuk salah satu ciri dimana keamanan regional penting bagi kawasan ini.Ketiga, sorotan dunia jatuh kepada masalah ekonomi-politik internasional.
Isu ini sebenarnya telah bangkit sekitar 1971-1972 ketika sistem Bretton Woods runtuh pada saat kebangkitan ekonomi Jerman dan Jepang mulai menganggu pasar AS. Jika disorot lebih dalam, pembentukan blok-blok ekonomi bisa dikatakan sebagai akibat dari menguatnya isu ini.Menurut Juwono, perhatian keempat terpusat pada apa yang dinamana sebagai “3 in 1” yakni lingkungan hidup, hak asasi manusia dan demokratisasi. 
Dibandingkan dengan tiga tema di atas, isu ini sangat dominan dalam pemberitaan pers internasional. Bahkan dalam setiap konferensi dan pertemuan puncak, masalah ini tidak jarang disinggung terutama ketika negara-negara industri menyoroti negara-negara yang sedang berkembang.Bilhari Kausikan  (1993), Direktur Biro Asia Timur dan Pasifik di Kemlu Singapura sudah meramalkan bahwa isu HAM telah menjadi isu yang legitimate dalam hubungan antar negara.  Ia menyatakan, bagaimana sebuah negara memperlakukan warga negaranya tak lagi masalah eksklusif sebuah negara.
Pihak lain dapat dan memiliki legitimasi mengklaim keprihatinan terhadapnya.“Kini sedang muncul budaya global HAM dan tubuh hukum internasional mengenai HAM perlahan berkembang terkodifikasi melalui Piagam PBB, Deklarasi Universal HAM dan instrumen lainnya,” tulis Kausikan seraya menegaskan bahwa isu HAM tetap tidak akan menjadi isu utama dalam hubungan internasional.
Namun demikian, penekanan Barat terhadap HAM akan mempengaruhi nada dan tekstur hubungan internasional pasca Perang Dingin.Menurut Kausikan, isu-isu HAM menyangkut soal upah, kondisi bekerja, serikat buruh, standar hidup, hak-hak wanita dan anak-anak, hiburan dan waktu cuti, keamanan dan tunjangan sosial serta lingkungan.  Ia melihat telah terjadi pemaksaan dari Barat untuk menentukan standar HAM yang seharusnya dilaksanakan negara-negara di Asia misalnya.
Penekanan Barat dalam HAM (upah,kondisi bekerja,serikat buruh,standar hidup,hak-hak wanita dan anak,hiburan,waktu cuti,keamanan,tunjngan sosial,lingkungan) berpengaruh dalam hubungan internasional pasca perang dingin. Setelah Perang Dingin masalah HAM,Demokrasi dan Lingkungan Hidup muncul sebagai isu politik Internasional yang banyak dianut oleh negara di ASIA.
Jadi, Perubahan lingkungan mempengaruhi hubungan antar bangsa. Jika pada masa Perang Dingin isu-isu ideologis dan militer sangat dominan. Hampir semua hubungan antar bangsa diterjemahkan kedalam konteks perang ideologi.Pada era pasca Perang Dingin, tema-tema ideologis menyurut. Sebagai gantinya muncul isu-isu seperti hak asasi manusia, politik-ekonomi dan demokratisasi sebagai salah satu indikator yang menentukan hubungan internasional                    

DAFTAR PUSTAKA
 1.   Sudarsono, Juwono , State of the Art Hubungan Internasional: Mengkaji Ulang Teori Hubungan Internasional dalam Perkembangan Studi Hubungan Internasional dan Tantangan Masa Depan. Jakarta, Pustaka Jaya, 1996.
2.  ukma, Rizal, Hubungan Internasional Dekade 1990-an dalam Jurnal Ilmu Politik No. 15. Jakarta, Gramedia, 1995
3. Agung, Anak Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani, Pengantar Hubungan Internasional. Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2005.