update kalau tdk bisa cb ini : It's My World: PJ Donk PJ

PJ Donk PJ


PJ Donk PJ

            Hari demi hari berlalu. UTS pun ada di depan mata. Fokus ku ada di UTS demi tercapainya cita-cita yang gemilang. Demi tercapainya senyuman indah di bibir ayah dan bundaku. Semua masalah aku alihkan sementara, aku buang jauh-jauh ke lautan tanpa batas.
            Gemuruh siswa-siswi meneriakan kelegaannya setelah menyelesaikan soal-soal yang menyeram kan bak seorang polisi menggerebek kelompok penged bahan-bahan haram. Siang itu, setelah ujian hari pertama selesai, aku diminta untuk ikut latihan untuk persiapan festival. Entah mengapa suasana dalam latihan kali ini terasa sangat berbeda, jauh lebih berbeda dari sebelumnya ketika ke-tiga personil d’maises mulai menyanyikan lagu-lagu cinta yang seakan menyindir hubungan ku dengan vian. Yah wajarlah sindirannya musisi lewat lagu. *Ups.
            Pikiranku mulai kacau, tak tau apa yang terjadi. Bingung. Tak berapa lama sms dari Vian yang duduk agak jauh dari aku muncul di layar hp ku.
            Sari, kamu ngerasa gak kalau anak-anak nyindir kita. Aku takut. Apa aku harus keluar saja dari band ini. Aku gak mau jadi beban mereka.
            Vian
            Sms yang menyebalkan. Membuat aku semakin bingung. Jauh lebih membingungkan dari soal Agama tadi pagi. Dalam hati aku menjawab kenyataan bahwa mungkin aku yang akan keluar dari band ini. Cukup aku yang keluar, bukan Vian. Cukup aku yang merasakan beban ini. Air mata ini mulai tertahan di ujung mata ku. Menangis ? Gak, gak boleh !
            Setelah beberapa hari tak ada titik terangnya. Membuat semakin menyeramkan. Tiba-tiba ketika kita berdua latihan untuk yang kesekian kalinya teman-teman d’meises meminta PJ alias Pajak Jadian dengan senyum ke khasan mereka ber-empat. Dan ternyata mereka pun tak mempermasahkan hubungan kita asalakan masih memengang keprofesionalan kita ber-dua. Nah Loh, lega banget kan . Seneng deh pokoknya. Wow banget !

0 komentar:



Posting Komentar