Backstreetan
ku Terbongkar Deh
Backstreet
! Waw, kata itu lagi. Dua suku kata itu sungguh menyiksa nuraniku.Satu bulan
sudah aku backstreet dari khalayak umum. Hanya dua sahabatku tercinta yang
terbebas dari kebeckstreetan ku ini.Mereka adalah Andriani dan Mia, sejauh ini
dua orang inilah sahabat terbaik ku. Andriani adalah teman sebangku ku, yang
super lola, lolanya kebangetan deh tapi dia selalu siap sedia mendengar
curhatanku. *Mumumu. Dan satunya lagi adalah Mia, seseorang yang aku kenal pada
saat aku duduk di bangku kelas 1. Dan
sekarang kami berdua beda jurusan sih.
“Terus
harus sampai kapan Sar kamu seperti ini ?” Tanya Andriani dengan gemas.
“Aku
juga gak tau An, harus sampai kapan aku bertahan seperti ini. Bingung !”
Jawabku
“Aku
yakin Sar, pasti anak-anak d’meises mengerti kok, memahami kok keputusan kalian
untuk saling mengikat janji dalam suatu hubungan cinta.” Sambil membenahi
buku-buku yang berserakan di meja karena ulah ku, Andriani mulai mengeluarkan
cerewetannya yang berkepanjangan.
“Ah,
aku bingung !” Memberantakan kembali buku-buka yang sudah di tata rapi dan
langsung berlari menuju kelas Mia.
“Sarii.....
Jangan Gila, dasar anak orang!” Menyodorkan genggaman tangan nya ke arah ku.
Tak
ada angin, tak ada hujan. Oh angin nya ada sih. Andriani mempunyai inisiatif
untuk membuka kebeckstreetanku dengan Vian tanpa sepengetahuanku kesalah satu
personil d’meises yang memang satu kelas dengan aku dan Andriani. Dia adalah
Putra.
“Putra,
aku mau tanya mi, boleh kan ?” Dengan berlagak sok serius gitu.
“Ah,
lagak mu An, mau tanya apa emangnya ?” Jawab Putra dengan santai.
“Hahahaha,
kalau seandainya nih, di band mu kamu tu ada cinlok, nah yang cinlok itu kamu,
atau gak temen mu deh. Gimana itu Put ?” sambil gigit-gigit pensil tak jelas
gitu
“Yah,
gak masalah sih, asal bisa profesional aja sama profesinya. Wajar lah, kan
cinta tumbuh dimana saja dan kepada siapa saja. Emang kenapa sih ?” Putra pun
mulai penasaran.
“Nah
itu sebabnya, si Sari jadian sama si Vian Put. Kamu gak bakalan marah kan?”
Andriani mulai ketakutan.
“Hah
serius kamu ? Bukannya Vian masih sama Ninis ? Wah pantesan saja, mereka berdua
kelihatan berbeda. Yaelah Vian !” Gerutu Iwan dengan wajah yang masih tak
percaya.
Cinta,
memanglah bisa datang dimana saja, kapan saja bahkan pada siapa saja, kepada
orang yang tak terduga sekalipun. Cinta memenglah semisterius hidup kita
kedepannya. Cinta yang membutakan segalanya. Karna cinta memang bersifat tak
terlihat dan bahkan hanya bisa merasakan indahnya dan dukanya cinta itu. Cinta
oh cinta apalah arti sebuah 5 huruf yang mempunyai lebih dari 1000 makna yang
ada. Cinta tak akan pernah salah ketika kita tak akan pernah mempersalahkan
hadirnya Cinta itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar