KALENDER
TAHUN 2013
Happy New Years 2013
-
Tahun Baru, Harapan Baru
SETIAP pergantian tahun, nyaris pasti, semua orang ingin terjadi
suatu perubahan yang lebih baik dalam hidupnya. Yang sakit berharap sembuh,
yang seret rezekinya berharap berkelimpahan atau setidaknya tidak
berkekurangan, yang menganggur berharap mendapat pekerjaan, yang tergusur
berharap dapat ganti rugi yang layak, bahkan yang terlanjur korupsi berharap
kasusnya tidak tercium aparat, apa lagi sampai terbongkar. Harapan adalah hak
semua manusia, tanpa terkecuali, karena di dalam harapan yang memang masih abstrak
itu terkadang mampu menepis keputusasaan.
Tetapi berbahagialah apabila Anda, meskipun dalam kehidupan yang
dilakoni itu tidak menguntungkan, masih ada segenggam harapan, bahwa dalam
tahun baru ini akan terjadi perubahan yang lebih baik, meskipun mungkin tidak
harus signifikan. Karena dengan harapan itu, Anda akan terpacu untuk berjuang
demi hari depan yang lebih baik.
Namun kalau sekadar harapan tanpa kerja keras, hanya akan tetap
menjadi harapan yang mengawang. Dalam bahasa filsafat hanya akan menjadi
harapan murni. Kecuali Anda seorang anak atau istri konglomerat yang tanpa
melakukan apa pun sudah memperoleh apa pun dari konglomerat itu sendiri. Kalau
saat ini yang diharapkan adalah untuk memperoleh kekayaan materi, misalnya.
Tetapi apa pun yang diharapkan, tetaplah sekali lagi usaha dan
kerja keras merupakan pintu pertama untuk mengubah harapan menjadi realita.
Berhijab Sesuai Bentuk Muka
Label:
Tutorial
- Jumat, 07 Desember 2012
Nah, kali ini aku akan berbagi tips berhijab sesuai bentuk wajah ni. Inget yah :)
Sesungguhnya, setiap muslimah yang memakai kerudung akan tampak jauh lebih cantik dibandingkan ketika dia belum memakai kerudung. Seiring dengan berjalannya waktu, gaya berkerudung kian bervariasi dan beragam. Hampir setiap wanita berkerudung selalu ingin mengikuti tren model berkerudung yang sekarang sedang banyak diperbincangkan. Namun, karena kurang bisa menyesuaikan bentuk muka mereka dengan gaya berkerudung yang mereka pilih, akhirnya mereka hanya menjadi Korban Mode. Tidak salahnya mengikuti tren atau mode terbaru asalkan sesuai dengan warna kulit, wajah, dan pakaian yang akan digunakan. Terutama, gaya kerudung Anda harus sesuai dengan acara atau suasana.
Wajah bulat
Banyak orang merasa jengkel karena memiliki wajah bulat karena jika Anda sampai salah pilih kerudung untuk digunakan, wajah Anda akan terlihat semakin kembung dan gemuk. Bagi Anda yang berwajah bulat, siasatilah dengan menggunakan undercaps yang sangat mudah ditemukan di pasaran. Ikat rambut Anda terlebih dahulu jika Anda memiliki rambut panjang, kemudian pakailah undercaps. Hindari pemakaian cepol atau konde karena ini akan semakin menambah kesan bulat pada wajah Anda. Kemudian, ikat jilbab Anda dan pada bagian pipi, tarik hingga separuh bagian pipi tertutup. Jangan lupa untuk memastikan bahwa Anda tetap merasa nyaman dan tidak sesak.
Wajah lonjong atau panjang
Turkish style adalah gaya kerudung yang paling pas digunakan oleh pemilik wajah yang satu ini. Turkish style akan memberikan kesan penuh dan lebih padat bagi wanita yang memiliki wajah lonjong atau panjang. Anda mungkin bisa mempercantik penampilan Anda dengan cara menggelung rambut. Rambut yang digelung ini akan menambahkan volume pada wajah Anda sehingga wajah Anda akan nampak seimbang.
Wajah persegi
Gunakan kerudung model rounded shape. Model kerudung ini akan membingkai wajah Anda. Garis-garis tajam pada wajah yang biasanya membingkai wajah Anda juga akan tersamarkan sehingga wajah akan nampak lebih lembut. Sebisa mungkin hindari pemakaian warna yang keras dan mencolok. Pemakaian warna soft dan layer akan membuat wajah Anda nampak penuh.
Wajah oval
Pemilik bentuk wajah ini sepertinya patut merasa beruntung karena Anda bebas memakai model berkerudung dengan gaya apapun. Anda hanya perlu memadukan gaya kerudung manakah yang warna dan modelnya pas dengan warna kulit dan warna baju Anda. Tetap berhati-hati dalam menyerasikan gaya kerudung dengan pakaian yang Anda kenakan. Anda akan tampak sangat cantik dan menarik.
Wajah bulat
Banyak orang merasa jengkel karena memiliki wajah bulat karena jika Anda sampai salah pilih kerudung untuk digunakan, wajah Anda akan terlihat semakin kembung dan gemuk. Bagi Anda yang berwajah bulat, siasatilah dengan menggunakan undercaps yang sangat mudah ditemukan di pasaran. Ikat rambut Anda terlebih dahulu jika Anda memiliki rambut panjang, kemudian pakailah undercaps. Hindari pemakaian cepol atau konde karena ini akan semakin menambah kesan bulat pada wajah Anda. Kemudian, ikat jilbab Anda dan pada bagian pipi, tarik hingga separuh bagian pipi tertutup. Jangan lupa untuk memastikan bahwa Anda tetap merasa nyaman dan tidak sesak.
Wajah lonjong atau panjang
Turkish style adalah gaya kerudung yang paling pas digunakan oleh pemilik wajah yang satu ini. Turkish style akan memberikan kesan penuh dan lebih padat bagi wanita yang memiliki wajah lonjong atau panjang. Anda mungkin bisa mempercantik penampilan Anda dengan cara menggelung rambut. Rambut yang digelung ini akan menambahkan volume pada wajah Anda sehingga wajah Anda akan nampak seimbang.
Wajah persegi
Gunakan kerudung model rounded shape. Model kerudung ini akan membingkai wajah Anda. Garis-garis tajam pada wajah yang biasanya membingkai wajah Anda juga akan tersamarkan sehingga wajah akan nampak lebih lembut. Sebisa mungkin hindari pemakaian warna yang keras dan mencolok. Pemakaian warna soft dan layer akan membuat wajah Anda nampak penuh.
Wajah oval
Pemilik bentuk wajah ini sepertinya patut merasa beruntung karena Anda bebas memakai model berkerudung dengan gaya apapun. Anda hanya perlu memadukan gaya kerudung manakah yang warna dan modelnya pas dengan warna kulit dan warna baju Anda. Tetap berhati-hati dalam menyerasikan gaya kerudung dengan pakaian yang Anda kenakan. Anda akan tampak sangat cantik dan menarik.
Selamat Berhijab Kawan :)
Ilmu Sebagai Aktivitas Penelitian
Label:
Belajar Bareng Yuk
-
MAKALAH FILSAFAT
“ILMU
SEBAGAI AKTIVITAS PENELITIAN”
Penyusun
:
1. Jantung Ardilla U (125120401111015)
2. Citra Ayu Insirah (125120401111017)
3. Winoni Fitra Mawaddah
(125120401111011)
4. Joshua Insetyadi Budiarto
(125120401111005)
5. Putu Cahaya Santiyuda (125120401111009)
6. Yudhis Tri Kuncoro (125120401111007)
7. Budi Prakoso (125120401111013)
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
HUBUNGAN
INTERNASIONAL
2012
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
DAFTAR
ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Rumusan Masalah
1.2
Batasan Masalah
1.3
Tujuan Penelitian
1.4
Manfaat Penelitian
BAB II METODE
PENELITIAN
2.1 Rancangan Penelitian
2.3 Metode
Penelitian
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Ilmu
3.2 Ilmu
Sebagai Rangkaian Aktivitas
3.3 Ilmuwan
dan Masyarakat Ilmiah
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran-Saran
DAFTAR
PUSTAKA
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Penyusunan
makalah ini didasari dari tuntutan perkuliahan atas pengenalan ilmu Filsafat.
Sebagaimana diketahui bahwa filsafat merupakan akar dari kelahiran berbagai
ilmu Pengetahuan. Sebagai basik pembelajaran Filsafat Ilmu, diperlukan
pemahaman tentang ilmu sebagai bagian yang terjalin dengan filsafat.
Di
lingkungan pendidikan, terutama pendidikan tinggi, boleh dikatakan setiap waktu
istilah “ilmu” diucapkan dan sesuatu ilmu diajarkan. Istilah ilmu atau science
merupakan suatu perkataan yang cukup bermakna ganda, yaitu mengandung lebih
daripada satu arti. Adanya kompleksitas tersebut mendorong disusunnya karya
tulis makalah ini. Prinsip dasar ilmu yang telah dipaparkan ahli-ahli merupakan
bekal yang dapat mengkonfirmasi esensi ilmu sebagai serangkaian aktivitas
penelitian.
1.2
RUMUSAN MASALAH
Beberapa perumusan masalah yang kami
ambil dalam makalah ini yaitu :
1. Apa ilmu itu ?
2.
Apakah
yang dimaksud dengan ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelitian?
3. Siapa sajakah yang dapat disebut
sebagai ilmuwan dan masyarakat ilmiah?
1
1.3 BATASAN MASALAH
Karena cakupan Ilmu sebagai
Aktivitas Penelitian cukup luas, maka kami
hanya membatasi dari segi :
1. Pengertian Ilmu
2. Ilmu sebagai rangkaian aktivitas
3. Ilmuwan dan masyarakat ilmiah
1.3 Tujuan Penelitian
Makalah
ini dilakukan untuk dapat bermanfaat
bagi para mahasiswa agar dapat :
1. Untuk mengetahui pengertian ilmu itu
sendiri.
2. Untuk mengetahui peranan ilmu sebagi
aktivitas penelitian.
3. memahami karakteristik aktivitas yang
dimiliki oleh ilmu .
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu :
1. Mahasiswa akan lebih memahami filsafat
tentang sebuah ilmu.
2. Mahasiswa akan lebih memahami
bagaimana peranan ilmu sebagai aktivitas penelitian
sehingga bagi mahasiswa dapat membantu
kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu dalam kegiatan perkuliahan.
2
BAB
II
METODE
PENELITIAN
2.1
Rancangan Penelitian
Rancangan
pada dasarnya untuk membuat suatu laporan kami merencanakan suatu kegiatan
untuk mencari informasi tentang makalah. Kegiatan ini dilakukan untuk
mempermudah pencarian data dalam mengerjakan makalah ini. Sehubungan dengan hal
itu Licoln dan Guba dalam Maleong (2002:236) mendefinisikan rancangan
penelitian sebagai usaha melaksanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara
luas tanpa menunjukan secara pasti apa yang akan dijelaskan dalam hubungan
unsur-unsur masing-masing. Menurut Maleong Rancangan Penelitian diartikan
sebagai usaha merencanakan dan menentukan segala kemungkinan dan perlengkapan
yang diperlukan dalam suatu pengertian kuantitatif. Dalam penelitian ini kami
mengambil Ilmu sebagai Aktivitas Penelitian karena banyak sekali yang belum
mengetahui peranan ilmu sebagai aktivitas penelitian.
2.2 Metode Penelitian
Dalam makalah ini kami menggunakan
metode dokumentasi. Metode ini digunakan dengan cara mengambil dokumen-dokumen
yang ada untuk dipelajari agar memperoleh data dan informasi untuk dijadikan
aspek penelitian.
Dokumen
tersebut meliputi laporan atau berbagai artikel yang berkaitun dengan ilmu
sebagai aktivitas penelitian.
Definisi Dokumentasi sendiri menurut
Iyan Fahrudi S.E. (2005:46) adalah sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam
bahan yang berbentuk dokumentasi. Kami mempergunakan teknik studi kepustakaan
atau studi pustaka. Tidak hanya itu kami juga mencari bahan dari sumber-sumber
dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional, yaitu internet.
3
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Definisi Ilmu
Dari
pertumbuhan ilmu sejak zaman Yunani Kuno sampai abad modern ini tampak nyata
bahwa ilmu merupakan aktivitas manusia, suatu kegiatan melakukan sesuatu yang
dilaksanakan orang atau lebih tepat suatu rangkaian aktivitas yang membentuk
suatu proses.
Kata
ilmu dalam bahasa Arab yaitu "ilm" yang berarti memahami, mengerti,
atau mengetahui. Secara sederhana ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk
menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi
kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar memperoleh
rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup
pandangannya. Maksud dari kalimat diatas yaitu setiap ilmu membatasi diri pada
salah satu bidang kajian tertentu. Ilmu lebih mengkhususkan diri pada kejelasan
konsep yang dikajinya secara khusus, lebih sempit dan mendalam. Hal ini untuk
memudahkan para pencari ilmu dalam memfokuskan diri dalam bidang yang dikaji.
ilmu
merupakan rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan
berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan
kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman,
kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh
pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.
Ada
persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut suatu ilmu. Persyaratan tersebut
diantaranya:
1. Objektif.
Sesuatu
dapat disebut ilmu jika sesuatu tersebut dicari dan diteliti secara mendalam
sehingga menghasilkan suatu keputusan yang kebenarannya bersifat objektif dan
dapat diterima oleh semua orang serta objek yang ditelitinya nyata. Selain itu
kebenarannya dapat diuji secara ilmiah. Jadi bukan hanya kesimpulan yang
diambil secara subjektif oleh peneliti atau subjek penunjang penelitian saja.
2. Metodis
4
Metodis
berasal dari bahasa Yunani yaitu metodos yang berarti cara atau jalan. Dalam
menentukan suatu ilmu, harus memiliki cara yang valid dalam
kemungkinan-kemungkinan adanya penyimpangan dalam ilmu yang telah teruji
kebenarannya tersebut. Secara umum metodis adalah metode ilmiah untuk menguji
kebenaran suatu ilmu.
3.
Sistematis
Suatu ilmu
harus bersifat sistematis. Hal ini dimaksudkan agar objek dari suatu ilmu
tersebut dapat terurai secara teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem
yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, serta mampu menjelaskan
rangkaian sebab akibat yang menyangkut objek ilmu itu sendiri.
4. Universal
Jelas dalam
menemukan suatu ilmu tertentu harus memiliki sifat universal. Hal ini untuk
menentukan ilmu tersebut dapat dipergunakan secara luas atau tidak. Seperti
ilmu matematika dan ilmu fisika yang memiliki rumus-rumus yang valid sehingga
dibelahan dunia manapun, ilmu tersebut dapat digunakan dan dapat diterima
secara luas.
3.2 Ilmu Sebagai Rangkaian Aktivitas
Ilmu
secara nyata dan khas adalah suatu aktivitas manusiawi, yakni perbuatan
melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Ilmu tidak hanya satu aktivitas
tunggal saja, melainkan suatu rangkaian aktivitas sehingga merupakan sebuah
proses. Rangkaian aktivitas itu bersifat rasional, kognitif, dan teleologis.
Aktivitas
rasional berarti kegiatan yang mempergunakan kemampuan pikiran untuk menalar
yang berbeda dengan aktivitas berdasarkan perasaan atau naluri. Ilmu menampakkan
diri sebagai kegiatan penalaran logis dari pengamatan empiris.
Berpangkal
pada hasrat kognitif dan kebutuhan intelektualnya, manusia melakukan rangkaian
pemikiran dan kegiatan rasional yang selanjutnya melahirkan ilmu. pemikiran
rasional atau rasionalitas manusia merupakan sumber utama dari ilmu. Yang
dimaksud dengan pemikiran rasional (rational thought) ialah pemikiran yang
mematuhi kaidah-kaidah logika, baik logika tradisional maupun logika modern.
Misalnya kaidah pemikiran bahwa sesuatu hal tidak dapat pada waktu yang
bersamaan sekaligus adalah A dan non-A.
5
Sebagai
contoh dalam ilmu tidak boleh dinyatakan bahwa matahari bersinar dan sekaligus
juga tak bersinar atau bahwa sebuah tabung hampa dan pada saat yang bersamaan
nonhampa (atau berisi).
Ilmu selain
merupakan sebuah proses yang bersifat rasional dan kognitif, juga bercorak
teologis, yakni mengarah pada tujuan tertentu karena para ilmuwan dalam
melakukan aktivitas ilmiah mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Ilmu
melayani sesuatu tujuan tertentu yang diinginkan oleh setiap ilmuwan. Dengan
demikian, ilmu adalah aktivitas manusiawi yang bertujuan. Tujuan ilmu itu dapat
bermacam-macam sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masing-masing ilmuwan.
3.3 Ilmuwan dan Masyarakat Ilmiah
Ilmuwan
adalah seseorang yang melaksanakan rangkaian aktivitas yang disebut ilmu. Dari
pertumbuhan ilmu sejak zaman Yunani Kuno sampai abadmodern ini tampak nyata
bahwa ilmu merupakan aktivitas manusia, suatukegiatan melakukan sesuatu yang
dilaksanakan orang atau lebih tepat suaturangkaian aktivitas yang membentuk
suatu proses.Seorang yang melakukan rangkaian aktivitas yang disebut ilmu
itukini lazim dinamakan ilmuwan ( scientist ).
Kata ilmuwan
sekarang tentu bukanlah hal yang asing. Secarasederhana ia diberi makna ahli
atau pakar. Dalam kamus Indonesia, kata ilmuwan bermakna orang yang ahli atau
banyak pengetahuannya mengenaisuatu ilmu, atau orang yang berkecimpung dalam
ilmu pengetahuan.
Pada zaman
orde baru para ahli dikatakanilmuwan karena untuk membedakan dirinya dengan
para ahli-ahli lainnyaseperti filsuf, cendekiawan atau intelektual, dan lain
sebagainya. Istilahilmuwan dipakai untuk menyebut aktifitas seseorang untuk
menggali permasalahan ilmuwan secara menyeluruh dan mengeluarkan gagasan dalam
bentuk ilmiah sebagi bukti hasil kerja mereka kepada dunia dan juga untuk berbagi hasil penyelidikan tersebut kepada
masyarakat awam, karena merekamerasa bahwa tanggung jawab itu ada di pundaknya.
Adapun filsuf dipakaiuntuk menyebutkan aktivitas seseorang yang berkaitan
dengan filsafat atau ahli fikir saja.
6
BAB
IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
ilmu merupakan rangkaian aktivitas manusia yang rasional
dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah
sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai
gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai
kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan
penerapan.
Kegiatan yang dinyatakan sebagai ilmu tidak bersifat
tunggal, melainkan lebih dan saling menjalin dan membentuk proses. Sebagai
pembeda rangkaian aktivitas yang disebut ilmu dengan serangkaian aktivitas
biasa dapat dilihat dari sifat yang menyertai tindakan tersebut. Serangkaian
aktivitas dapat dikatakan sebagai ilmu ketika diterapkan dengan prinsip dasar
rasional, kognitif dan teleologis.
Semuanya
itu pada dasarnya sesuatu yang bisa bermanfaat bagi semua manusia di dunia ini
untuk mencapai kemudahan dalam berkehidupan.
4.2
Saran-saran
Ilmu itu penting, di segala aspek
kehidupan kita membutuhkan ilmu. Berpikirlah terbuka terhadap ilmu karena ilmu
jalan hidup kita.
7
DAFTAR
PUSTAKA
Liang, Gie The.2000. Pengantar
Filsafat Ilmu. Jogjakarta: Liberti.
8
Sahabat itu Duniaku
Label:
My life My World.
- Kamis, 06 Desember 2012
Sahabat
itu Duniaku
Nah, kali ini aku akan bicara tentang
SAHABAT. Lagi kangen banget sih sama sahabat-sahabatku.
SAHABAT, SAHABAT, SAHABAT.
Sahabat
itu adalah tawaku, sahabat itu adalah senyumku, sahabat itu adalah cita-citaku,
sahabat itu adalah sumber kebahagiaanku.
Sahabat itu juga adalah sedihku,
sahabat adalah tangisku, sahabat adalah duka ku, sahabat adalah penghentianku.
Dan yang paling penting dalam
duniaku sahabat itu adalah sosok-sosok nyata yang selalu menemaniku dalam
segala keadaan ku, bukan hanya kata mutiara tentang seorang sahabat saja,
melainkan bukti nyata bahwa seorang sahabat itu ada. Nah, orang-orang yang ada
di balik layar hidupku itu adalah Fitriyah Rizqy, Retno Rakhmawati, Fitri Ayu
Wulansari, Desi Murniyati, Anis Hidayati, Ifa Laili dan satunya adalah Diana
Sulfikawati.
Mereka Jiwaku. Mereka itu DUNIAKU.
Kita merupakan suatu kelompok keluarga yang akan selalu mengisi hari-hari kita
dengan sebuah kebersamaan. Seneng rasanya bisa kenal mereka semua, dapat
pelajaran paling berharga di hidupku, yaitu memahami dan pastinya menerapkan
sebuah arti kepercayaaan, dan tentunya kebersamaan.
Kangen banget ketika saat-saat tanpa
mereka. Walaupun Jarak menghadang, ku pastikan Jiwaku akan selalu untuk mu,
SAHABATKU :*
Sahabat itu Duniaku
Label:
My life My World.
-
Sahabat
itu Duniaku
Nah, kali ini aku akan bicara tentang
SAHABAT. Lagi kangen banget sih sama sahabat-sahabatku.
SAHABAT, SAHABAT, SAHABAT.
Sahabat
itu adalah tawaku, sahabat itu adalah senyumku, sahabat itu adalah cita-citaku,
sahabat itu adalah sumber kebahagiaanku.
Sahabat itu juga adalah sedihku,
sahabat adalah tangisku, sahabat adalah duka ku, sahabat adalah penghentianku.
Dan yang paling penting dalam
duniaku sahabat itu adalah sosok-sosok nyata yang selalu menemaniku dalam
segala keadaan ku, bukan hanya kata mutiara tentang seorang sahabat saja,
melainkan bukti nyata bahwa seorang sahabat itu ada. Nah, orang-orang yang ada
di balik layar hidupku itu adalah Fitriyah Rizqy, Retno Rakhmawati, Fitri Ayu
Wulansari, Desi Murniyati, Anis Hidayati, Ifa Laili dan satunya adalah Diana
Sulfikawati.
Mereka Jiwaku. Mereka itu DUNIAKU.
Kita merupakan suatu kelompok keluarga yang akan selalu mengisi hari-hari kita
dengan sebuah kebersamaan. Seneng rasanya bisa kenal mereka semua, dapat
pelajaran paling berharga di hidupku, yaitu memahami dan pastinya menerapkan
sebuah arti kepercayaaan, dan tentunya kebersamaan.
Kangen banget ketika saat-saat tanpa
mereka. Walaupun Jarak menghadang, ku pastikan Jiwaku akan selalu untuk mu,
SAHABATKU :*
LIDQO band
Label:
My life My World.
-
I'ts My LIDQO
Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
Festival Band at Smaga Cup Kota Pasuruan
Festival Band at Dayu Park Pandaan
Festival Band at Dayu Park Pandaan
Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band at Gramedia Expo Surabaya
Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band se-kota Pasuruan
Festival Band Se-kota Pasuruan at Pondok Surya Kencana
Guest Star at Smada Pasuruan
BandDance Festival Se-kota Pasuruan
Aku Adalah....
Label:
Puisi
-
AKU ADALAH ....
Dikala
mentari mulai bersinar, bangunlah sayang.
Dikala
rembulan mulai bersinar, tidurlah sayang.
Mentari
itu semangatmu, dan
Rembulan
itu keheninganmu.
Sayang.....
Berjalanlah
menyusuri kehidupan ketika mentari mulai menampakan sinarnya.
Berjalanlah
menyusuri impianmu ketika rembulan mulai menampakan sinarnya.
Aku
.....
Aku
adalah mentari dan
Aku
pun adalah rembulan
UNTUK
HIDUPMU .
Pasca Perang Dingin
Label:
Belajar Bareng Yuk
-
PASCA
PERANG DINGIN
Sisa-sisa Perang Dunia II memunculkan
perang dingin berkepanjangan hampir setengah abad lamanya yang melibatkan
banyak negara di dunia terpisah menjadi dua blok, yakni Blok Timur dan Blok
Barat. Dibubarkannya Pakta Warsawa sebagai pakta pertahanan utama negara-negara
Blok Timur dan diikuti dengan dibubarkannya pula Uni Soviet sebagai negara yang
menjadi basis pertahanan terbesar bagi negara-negara Blok Timur menandakan akhir
perang dingin di mana hampir memunculkan perang nuklir yang sangat mungkin akan
dapat berakibat fatal terhadap kelangsungan hidup masyarakat dunia.
Perang dingin seakan mewariskan
beberapa masalah internasional yang hingga kini belum juga dapat terselesaikan.
Perang dingin juga memunculkan perang-perang kecil antar etnis, perebutan
wilayah, dan berbagai permasalahan lainnya. Akan tetapi berakhirnya perang
dingin juga membawa keadaan positif yang mana beberapa negara yang dulunya
terkekang untuk berkembang tapi kini mendapat kebebasan dan keleluasaan untuk
melakukan kegiatan politiknya dalam kehidupan negaranya. Berakhirnya perang
dingin juga memunculkan harapan baru, yakni dunia yang damai dan tenteram tanpa
merasakan khawatir tentang bahaya perang.
Perang
dingin membawa banyak dampak terhadap banyaknya negara-negara di dunia, baik
itu negara yang terlibat langsung mau pun negara yang tidak terlibat langsung
sekalipun. Perang dingin tersebut dinyatakan berakhir setelah pembubaran Uni
Soviet pada akhir tahun 1991. Berakhirnya perang dingin memunculkan harapan
baru bagi masyarakat dunia untuk mencapai perdamaian dunia tanpa mengalami lagi
kekhawatiran atas bahaya perang. Adapun berbagai ketegangan dan konflik yang
menjadi masalah internasional yang sampai hari ini terjadi sering dikaitkan
dengan perang dingin yang pernah terjadi pada masa lalu.
Istilah
perang dingin yang pertama kali digunakan oleh George Orwell dalam artikelnya
yang pernah dipublikasikan pada tahun 1945 untuk menjelaskan prediksinya tentang
pergolakan dua atau tiga negara raksasa yang memiliki senjata nuklir, dan
istilah ini menjadi sangat populer setelah digunakan oleh Bernard Baruch pada
tahun 1947 untuk menjelaskan tentang ketegangan dunia yang terjadi akibat
perlombaan senjata antara dua negara adikuasa saat itu, yakni Amerika Serikat
dan Uni Soviet.
Perang dingin yang berlangsung dari tahun 1947
dan berakhir seiring berakhirnya pula pemerintahan komunisme di Uni Soviet pada
25 Desember 1991 yang mana pada beberapa dekade sebelumnya negara-negara soviet
mengalami politik ke arah liberal (lebih dikenal sebagai Glasnost dan
Perestroika) yang dilakukan oleh Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet saat
itu.
Pakta Warsawa merupakan tonggak dasar kekuatan
Blok Timur pada masa perang dingin. Akan tetapi pakta pertahanan ini berakhir
pada 31 Maret 1991 dan diakhiri secara resmi pada 1 Juli 1991 di Praha, akibat
ketidakpuasan dari masyarakat sipil dari negara-negara Blok Timur.
Negara-negara yang dahulu berada di bawah naungan Pakta Warsawa pasca perang
dingin mulai menentukan nasibnya masing-masing. Beberapa di antara mereka
berpaling dari negara-negara timur lainnya dan malah bergabung dengan NATO.
Sedangkan beberapa negara khususnya bekas pecahan Soviet bergabung pada
Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS).
Berakhirnya perang dingin telah
mengakhiri semangat sistem internasional bipolar dan berubah pada multipolar
atau secara khusus telah mengalihkan persaingan yang bernuansa militer ke arah
persaingan atau konflik kepentingan ekonomi di antara negara-negara di dunia
ini. Pasca perang dingin yang ditandai dengan berakhirnya persaingan ideologi
Amerika Serikat dan Uni Soviet telah mempengaruhi isu-isu hubungan
internasional yang sebelumnya lebih fokus pada politik dan keamanan akhirnya
berubah pada hak asasi manusia, ekonomi, lingkungan hidup, dan juga terorisme.
Dinamika Hubungan Internasional menunjukkan berbagai kecenderungan baru yang
sangat berbeda dengan masa – masa sebelumnya (sebelum perang dingin). Ada
banyak contoh yang dapat kita sebut untuk memperkuat pernyataan di atas.
Seperti berakhirnya perang dingin, mengemukanya isu isu baru yang secara
signifikan telah mengubah wajah dunia seperti kelompok etnis, munculnya
terorisme internasional, mengemukanya globalisasi dengan segala aspeknya,
regionalisasi di berbagai penjuru dunia dan kecenderungan internasionalisasi
isu - isu local.
Isu-isu utama yang menjadi pilar
hubungan internasionalpun mengalami pergeseran. Meskipun isu lama yang
menyangkut keamanan nasional dan pertentangan masih tetap berlanjut namun tak
dipungkiri adanya perhatian baru dalam tata hubungan antar negara dan antar
bangsa.
Menurut Juwono, sedikitnya ada empat isu
yang jadi sorotan baru. Pertama, pada era pasca Perang Dingin, perhatian lebih
difokuskan pada usaha memelihara persatuan
dan kesatuan bangsa menghadapi lingkungan internasional yang belum
jelas. Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia ini menyebutkan,
lingkungan internasional sekarang lebih kabur, lebih tidak menentu dan lebih
mengandung kompetisi meraih akses pada ilmu, modal dan pasar di negara-negara
kaya. Kedua, sorotan ini tidak terlalu baru tapi sekarang muncul ke permukaan
yakni soal keamanan regional. Fenomena di Asia Tenggara dengan prakarsa ASEAN
mengukuhkan zona bebas nuklir termasuk salah satu ciri dimana keamanan regional
penting bagi kawasan ini.Ketiga, sorotan dunia jatuh kepada masalah
ekonomi-politik internasional.
Isu ini sebenarnya telah bangkit sekitar
1971-1972 ketika sistem Bretton Woods runtuh pada saat kebangkitan ekonomi
Jerman dan Jepang mulai menganggu pasar AS. Jika disorot lebih dalam,
pembentukan blok-blok ekonomi bisa dikatakan sebagai akibat dari menguatnya isu
ini.Menurut Juwono, perhatian keempat terpusat pada apa yang dinamana sebagai
“3 in 1” yakni lingkungan hidup, hak asasi manusia dan demokratisasi.
Dibandingkan dengan tiga tema di atas,
isu ini sangat dominan dalam pemberitaan pers internasional. Bahkan dalam
setiap konferensi dan pertemuan puncak, masalah ini tidak jarang disinggung
terutama ketika negara-negara industri menyoroti negara-negara yang sedang
berkembang.Bilhari Kausikan (1993),
Direktur Biro Asia Timur dan Pasifik di Kemlu Singapura sudah meramalkan bahwa
isu HAM telah menjadi isu yang legitimate dalam hubungan antar negara. Ia menyatakan, bagaimana sebuah negara
memperlakukan warga negaranya tak lagi masalah eksklusif sebuah negara.
Pihak lain dapat dan memiliki legitimasi
mengklaim keprihatinan terhadapnya.“Kini sedang muncul budaya global HAM dan
tubuh hukum internasional mengenai HAM perlahan berkembang terkodifikasi
melalui Piagam PBB, Deklarasi Universal HAM dan instrumen lainnya,” tulis
Kausikan seraya menegaskan bahwa isu HAM tetap tidak akan menjadi isu utama
dalam hubungan internasional.
Namun demikian, penekanan Barat terhadap
HAM akan mempengaruhi nada dan tekstur hubungan internasional pasca Perang
Dingin.Menurut Kausikan, isu-isu HAM menyangkut soal upah, kondisi bekerja,
serikat buruh, standar hidup, hak-hak wanita dan anak-anak, hiburan dan waktu
cuti, keamanan dan tunjangan sosial serta lingkungan. Ia melihat telah terjadi pemaksaan dari Barat
untuk menentukan standar HAM yang seharusnya dilaksanakan negara-negara di Asia
misalnya.
Penekanan Barat dalam HAM (upah,kondisi
bekerja,serikat buruh,standar hidup,hak-hak wanita dan anak,hiburan,waktu
cuti,keamanan,tunjngan sosial,lingkungan) berpengaruh dalam hubungan internasional
pasca perang dingin. Setelah Perang Dingin masalah HAM,Demokrasi dan Lingkungan
Hidup muncul sebagai isu politik Internasional yang banyak dianut oleh negara
di ASIA.
Jadi, Perubahan lingkungan mempengaruhi
hubungan antar bangsa. Jika pada masa Perang Dingin isu-isu ideologis dan
militer sangat dominan. Hampir semua hubungan antar bangsa diterjemahkan
kedalam konteks perang ideologi.Pada era pasca Perang Dingin, tema-tema
ideologis menyurut. Sebagai gantinya muncul isu-isu seperti hak asasi manusia,
politik-ekonomi dan demokratisasi sebagai salah satu indikator yang menentukan
hubungan internasional
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Sudarsono, Juwono , State of the Art Hubungan Internasional: Mengkaji
Ulang Teori Hubungan Internasional dalam Perkembangan Studi Hubungan
Internasional dan Tantangan Masa Depan. Jakarta, Pustaka Jaya, 1996.
2. ukma, Rizal, Hubungan Internasional Dekade
1990-an dalam Jurnal Ilmu Politik No. 15. Jakarta, Gramedia, 1995
3. Agung, Anak Banyu Perwita
& Yanyan Mochamad Yani, Pengantar Hubungan Internasional. Bandung, PT
Remaja Rosdakarya, 2005.
Langganan:
Komentar (Atom)

























