MAKALAH FILSAFAT
“ILMU
SEBAGAI AKTIVITAS PENELITIAN”
Penyusun
:
1. Jantung Ardilla U (125120401111015)
2. Citra Ayu Insirah (125120401111017)
3. Winoni Fitra Mawaddah
(125120401111011)
4. Joshua Insetyadi Budiarto
(125120401111005)
5. Putu Cahaya Santiyuda (125120401111009)
6. Yudhis Tri Kuncoro (125120401111007)
7. Budi Prakoso (125120401111013)
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
HUBUNGAN
INTERNASIONAL
2012
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
DAFTAR
ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Rumusan Masalah
1.2
Batasan Masalah
1.3
Tujuan Penelitian
1.4
Manfaat Penelitian
BAB II METODE
PENELITIAN
2.1 Rancangan Penelitian
2.3 Metode
Penelitian
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Ilmu
3.2 Ilmu
Sebagai Rangkaian Aktivitas
3.3 Ilmuwan
dan Masyarakat Ilmiah
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran-Saran
DAFTAR
PUSTAKA
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Penyusunan
makalah ini didasari dari tuntutan perkuliahan atas pengenalan ilmu Filsafat.
Sebagaimana diketahui bahwa filsafat merupakan akar dari kelahiran berbagai
ilmu Pengetahuan. Sebagai basik pembelajaran Filsafat Ilmu, diperlukan
pemahaman tentang ilmu sebagai bagian yang terjalin dengan filsafat.
Di
lingkungan pendidikan, terutama pendidikan tinggi, boleh dikatakan setiap waktu
istilah “ilmu” diucapkan dan sesuatu ilmu diajarkan. Istilah ilmu atau science
merupakan suatu perkataan yang cukup bermakna ganda, yaitu mengandung lebih
daripada satu arti. Adanya kompleksitas tersebut mendorong disusunnya karya
tulis makalah ini. Prinsip dasar ilmu yang telah dipaparkan ahli-ahli merupakan
bekal yang dapat mengkonfirmasi esensi ilmu sebagai serangkaian aktivitas
penelitian.
1.2
RUMUSAN MASALAH
Beberapa perumusan masalah yang kami
ambil dalam makalah ini yaitu :
1. Apa ilmu itu ?
2.
Apakah
yang dimaksud dengan ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelitian?
3. Siapa sajakah yang dapat disebut
sebagai ilmuwan dan masyarakat ilmiah?
1
1.3 BATASAN MASALAH
Karena cakupan Ilmu sebagai
Aktivitas Penelitian cukup luas, maka kami
hanya membatasi dari segi :
1. Pengertian Ilmu
2. Ilmu sebagai rangkaian aktivitas
3. Ilmuwan dan masyarakat ilmiah
1.3 Tujuan Penelitian
Makalah
ini dilakukan untuk dapat bermanfaat
bagi para mahasiswa agar dapat :
1. Untuk mengetahui pengertian ilmu itu
sendiri.
2. Untuk mengetahui peranan ilmu sebagi
aktivitas penelitian.
3. memahami karakteristik aktivitas yang
dimiliki oleh ilmu .
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu :
1. Mahasiswa akan lebih memahami filsafat
tentang sebuah ilmu.
2. Mahasiswa akan lebih memahami
bagaimana peranan ilmu sebagai aktivitas penelitian
sehingga bagi mahasiswa dapat membantu
kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu dalam kegiatan perkuliahan.
2
BAB
II
METODE
PENELITIAN
2.1
Rancangan Penelitian
Rancangan
pada dasarnya untuk membuat suatu laporan kami merencanakan suatu kegiatan
untuk mencari informasi tentang makalah. Kegiatan ini dilakukan untuk
mempermudah pencarian data dalam mengerjakan makalah ini. Sehubungan dengan hal
itu Licoln dan Guba dalam Maleong (2002:236) mendefinisikan rancangan
penelitian sebagai usaha melaksanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara
luas tanpa menunjukan secara pasti apa yang akan dijelaskan dalam hubungan
unsur-unsur masing-masing. Menurut Maleong Rancangan Penelitian diartikan
sebagai usaha merencanakan dan menentukan segala kemungkinan dan perlengkapan
yang diperlukan dalam suatu pengertian kuantitatif. Dalam penelitian ini kami
mengambil Ilmu sebagai Aktivitas Penelitian karena banyak sekali yang belum
mengetahui peranan ilmu sebagai aktivitas penelitian.
2.2 Metode Penelitian
Dalam makalah ini kami menggunakan
metode dokumentasi. Metode ini digunakan dengan cara mengambil dokumen-dokumen
yang ada untuk dipelajari agar memperoleh data dan informasi untuk dijadikan
aspek penelitian.
Dokumen
tersebut meliputi laporan atau berbagai artikel yang berkaitun dengan ilmu
sebagai aktivitas penelitian.
Definisi Dokumentasi sendiri menurut
Iyan Fahrudi S.E. (2005:46) adalah sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam
bahan yang berbentuk dokumentasi. Kami mempergunakan teknik studi kepustakaan
atau studi pustaka. Tidak hanya itu kami juga mencari bahan dari sumber-sumber
dari media masa elektronik yang berjangkauan internasional, yaitu internet.
3
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Definisi Ilmu
Dari
pertumbuhan ilmu sejak zaman Yunani Kuno sampai abad modern ini tampak nyata
bahwa ilmu merupakan aktivitas manusia, suatu kegiatan melakukan sesuatu yang
dilaksanakan orang atau lebih tepat suatu rangkaian aktivitas yang membentuk
suatu proses.
Kata
ilmu dalam bahasa Arab yaitu "ilm" yang berarti memahami, mengerti,
atau mengetahui. Secara sederhana ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk
menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi
kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar memperoleh
rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup
pandangannya. Maksud dari kalimat diatas yaitu setiap ilmu membatasi diri pada
salah satu bidang kajian tertentu. Ilmu lebih mengkhususkan diri pada kejelasan
konsep yang dikajinya secara khusus, lebih sempit dan mendalam. Hal ini untuk
memudahkan para pencari ilmu dalam memfokuskan diri dalam bidang yang dikaji.
ilmu
merupakan rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan
berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan
kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman,
kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh
pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.
Ada
persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut suatu ilmu. Persyaratan tersebut
diantaranya:
1. Objektif.
Sesuatu
dapat disebut ilmu jika sesuatu tersebut dicari dan diteliti secara mendalam
sehingga menghasilkan suatu keputusan yang kebenarannya bersifat objektif dan
dapat diterima oleh semua orang serta objek yang ditelitinya nyata. Selain itu
kebenarannya dapat diuji secara ilmiah. Jadi bukan hanya kesimpulan yang
diambil secara subjektif oleh peneliti atau subjek penunjang penelitian saja.
2. Metodis
4
Metodis
berasal dari bahasa Yunani yaitu metodos yang berarti cara atau jalan. Dalam
menentukan suatu ilmu, harus memiliki cara yang valid dalam
kemungkinan-kemungkinan adanya penyimpangan dalam ilmu yang telah teruji
kebenarannya tersebut. Secara umum metodis adalah metode ilmiah untuk menguji
kebenaran suatu ilmu.
3.
Sistematis
Suatu ilmu
harus bersifat sistematis. Hal ini dimaksudkan agar objek dari suatu ilmu
tersebut dapat terurai secara teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem
yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, serta mampu menjelaskan
rangkaian sebab akibat yang menyangkut objek ilmu itu sendiri.
4. Universal
Jelas dalam
menemukan suatu ilmu tertentu harus memiliki sifat universal. Hal ini untuk
menentukan ilmu tersebut dapat dipergunakan secara luas atau tidak. Seperti
ilmu matematika dan ilmu fisika yang memiliki rumus-rumus yang valid sehingga
dibelahan dunia manapun, ilmu tersebut dapat digunakan dan dapat diterima
secara luas.
3.2 Ilmu Sebagai Rangkaian Aktivitas
Ilmu
secara nyata dan khas adalah suatu aktivitas manusiawi, yakni perbuatan
melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Ilmu tidak hanya satu aktivitas
tunggal saja, melainkan suatu rangkaian aktivitas sehingga merupakan sebuah
proses. Rangkaian aktivitas itu bersifat rasional, kognitif, dan teleologis.
Aktivitas
rasional berarti kegiatan yang mempergunakan kemampuan pikiran untuk menalar
yang berbeda dengan aktivitas berdasarkan perasaan atau naluri. Ilmu menampakkan
diri sebagai kegiatan penalaran logis dari pengamatan empiris.
Berpangkal
pada hasrat kognitif dan kebutuhan intelektualnya, manusia melakukan rangkaian
pemikiran dan kegiatan rasional yang selanjutnya melahirkan ilmu. pemikiran
rasional atau rasionalitas manusia merupakan sumber utama dari ilmu. Yang
dimaksud dengan pemikiran rasional (rational thought) ialah pemikiran yang
mematuhi kaidah-kaidah logika, baik logika tradisional maupun logika modern.
Misalnya kaidah pemikiran bahwa sesuatu hal tidak dapat pada waktu yang
bersamaan sekaligus adalah A dan non-A.
5
Sebagai
contoh dalam ilmu tidak boleh dinyatakan bahwa matahari bersinar dan sekaligus
juga tak bersinar atau bahwa sebuah tabung hampa dan pada saat yang bersamaan
nonhampa (atau berisi).
Ilmu selain
merupakan sebuah proses yang bersifat rasional dan kognitif, juga bercorak
teologis, yakni mengarah pada tujuan tertentu karena para ilmuwan dalam
melakukan aktivitas ilmiah mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Ilmu
melayani sesuatu tujuan tertentu yang diinginkan oleh setiap ilmuwan. Dengan
demikian, ilmu adalah aktivitas manusiawi yang bertujuan. Tujuan ilmu itu dapat
bermacam-macam sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masing-masing ilmuwan.
3.3 Ilmuwan dan Masyarakat Ilmiah
Ilmuwan
adalah seseorang yang melaksanakan rangkaian aktivitas yang disebut ilmu. Dari
pertumbuhan ilmu sejak zaman Yunani Kuno sampai abadmodern ini tampak nyata
bahwa ilmu merupakan aktivitas manusia, suatukegiatan melakukan sesuatu yang
dilaksanakan orang atau lebih tepat suaturangkaian aktivitas yang membentuk
suatu proses.Seorang yang melakukan rangkaian aktivitas yang disebut ilmu
itukini lazim dinamakan ilmuwan ( scientist ).
Kata ilmuwan
sekarang tentu bukanlah hal yang asing. Secarasederhana ia diberi makna ahli
atau pakar. Dalam kamus Indonesia, kata ilmuwan bermakna orang yang ahli atau
banyak pengetahuannya mengenaisuatu ilmu, atau orang yang berkecimpung dalam
ilmu pengetahuan.
Pada zaman
orde baru para ahli dikatakanilmuwan karena untuk membedakan dirinya dengan
para ahli-ahli lainnyaseperti filsuf, cendekiawan atau intelektual, dan lain
sebagainya. Istilahilmuwan dipakai untuk menyebut aktifitas seseorang untuk
menggali permasalahan ilmuwan secara menyeluruh dan mengeluarkan gagasan dalam
bentuk ilmiah sebagi bukti hasil kerja mereka kepada dunia dan juga untuk berbagi hasil penyelidikan tersebut kepada
masyarakat awam, karena merekamerasa bahwa tanggung jawab itu ada di pundaknya.
Adapun filsuf dipakaiuntuk menyebutkan aktivitas seseorang yang berkaitan
dengan filsafat atau ahli fikir saja.
6
BAB
IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
ilmu merupakan rangkaian aktivitas manusia yang rasional
dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah
sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai
gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai
kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan
penerapan.
Kegiatan yang dinyatakan sebagai ilmu tidak bersifat
tunggal, melainkan lebih dan saling menjalin dan membentuk proses. Sebagai
pembeda rangkaian aktivitas yang disebut ilmu dengan serangkaian aktivitas
biasa dapat dilihat dari sifat yang menyertai tindakan tersebut. Serangkaian
aktivitas dapat dikatakan sebagai ilmu ketika diterapkan dengan prinsip dasar
rasional, kognitif dan teleologis.
Semuanya
itu pada dasarnya sesuatu yang bisa bermanfaat bagi semua manusia di dunia ini
untuk mencapai kemudahan dalam berkehidupan.
4.2
Saran-saran
Ilmu itu penting, di segala aspek
kehidupan kita membutuhkan ilmu. Berpikirlah terbuka terhadap ilmu karena ilmu
jalan hidup kita.
7
DAFTAR
PUSTAKA
Liang, Gie The.2000. Pengantar
Filsafat Ilmu. Jogjakarta: Liberti.
8





0 komentar:
Posting Komentar