update kalau tdk bisa cb ini : It's My World: AKU, KAMU, dan DIA *Kriik edisi 2

AKU, KAMU, dan DIA *Kriik edisi 2


AKU, KAMU, dan DIA *Kriik edisi 2

                Apalah arti luka ini karna kamu. Luka pun tak jadi masalah karna luka itu kamu. Karna kamu luka yang aku cinta. Cinta telah mengubah luka yang teramat perih. Luka tusukan pisau di dada pun tak  jauh lebih sakit dari luka yang telah kau berikan. Tapi kembali lagi ada Cinta, cinta yang meleburkan sepihan luka-luka itu.  Tangisanku semakin memecahkan keheningan  dirumahku yang hanya ada aku ini. Aku tak tau apa maksud dari semua ini. Aku semakin bingung, melebihi dari kata bingung, kalau kata anak sekarang bisa dibilang ANDILAU (Antara Dilema dan Galau). Kayak lagunya d’masiv itu. *ekhmekhm test.
                Kau membuat ku berantakan
                Kau membuat ku tak karuan
                Kau membuat ku tak berdaya
                Kau menolak ku, acuhkan diriku.

                Huahh, aku berteriak sekencang kencangnya, tak peduli apa kata orang dan tak perduli apa yang akan terjadi. Tiba-tiba Hp ku mulai berdering dengan kencangnya menghentikan tangisku yang teramat menyeramkan itu. Dan tak ada angin tak ada hujan ternyata itu telephon dari Vian.
                “ Aku kerumah mu, sebentar lagi. Tunggu  beberapa menit lagi !” Dan tiba-tiba telephon itu tiba-tiba mati. Akupun mulai semakin bingung apa yang ada di benak Vian. Apa maksud Vian seperti ini. Apalagi rencanamu Vian ?? Mau apa lagi ?
                Tak berapa lama lagi Vian benar-benar muncul di depan rumahku dengan wajah yang kusam dan keadaan yang jauh lebih buruk dari pertama kali ia datang ke rumahku. Tiba-tiba ia memeluk ku dengan sangat kencang hingga aku sulit untuk bernafas dan tetap memeluk ku dengan tetesan air mata membasahi pipinya. Aku coba mengusap air matanya dan mencoba menenangkannya dengan membalas pelukannya dengan erat pula.
                “Maavin aku sar, maavin aku. Aku sayang kamu. Jangan pernah tinggalkan aku. Jujur kalau disuruh mlih, aku pilih kamu sar.” Dengan tetesan air mata yang terus mengalir membasahi senyum indah nya itu L
                “Sudahlah Van, mungkin kita memang tidak ditakdirin untuk bersama. Kamu kembali aja bersama seseorang yang lebih dulu kamu cintai daripada aku.” Sambil memeluk Vian dengan tak berdaya.
                Pelukan itu. Pelukan yang paling indah yang pernah aku rasain selama beberapa kali aku merasakan  pacaran. Pelukan itu, erat sungguh sangat, jika aku di beri kesempatan untuk meminta kepada yang di atas, pasti akan aku minta jangan pernah kau lepaskan pelukan indah ini ya allah. Vian, dia sangat berharga dalam hari-hari ku. Walaupun baru berapa hari  jadian, dan walau hanya sekitar 3 bulan kenal dan bersama-sama dalam suatu komunitas.
                Apalah arti cinta jika keadaan seperti saat ini ? Apalah arti sebuah pengorbanan ? Pernah terselip di benak ku untuk merelakan cinta itu pergi. Tapi... itu sulit, bahkan menjadi suatu hal yang tak mungkin melepaskan sesosok Vian.
                Siang berganti malam, malam pun menjadi saksi bisu betapa hampanya jiwaku ini. Betapa heningnya hati ku ini. Di temani lagu-lagu galau aku termenung memikirkan apa yang terbaik yang harus aku lakukan, supernova – aku yang akan pergi pun jadi playlist terfavorit malam ini. Beberapa kali aku putar, tnp henti-hentinya aku putar. Hingga memecahkan kembali air mataku yang sempat tertahan.
                Letih, terus kau sakiti
                Perasaan ini kau bodohi
                Dimana, dirimu yang mencintai aku
                Sepenuh hati.
                Aku yang akan pergi, bila kau enggan memilih

                Wah katanya syahrini. Cetar Membahana Badai. Ulala banget deh. Jiwaku hanyut oleh malam dan alunan lagu itu.


0 komentar:



Posting Komentar