Tahun Baru, Harapan Baru
SETIAP pergantian tahun, nyaris pasti, semua orang ingin terjadi
suatu perubahan yang lebih baik dalam hidupnya. Yang sakit berharap sembuh,
yang seret rezekinya berharap berkelimpahan atau setidaknya tidak
berkekurangan, yang menganggur berharap mendapat pekerjaan, yang tergusur
berharap dapat ganti rugi yang layak, bahkan yang terlanjur korupsi berharap
kasusnya tidak tercium aparat, apa lagi sampai terbongkar. Harapan adalah hak
semua manusia, tanpa terkecuali, karena di dalam harapan yang memang masih abstrak
itu terkadang mampu menepis keputusasaan.
Tetapi berbahagialah apabila Anda, meskipun dalam kehidupan yang
dilakoni itu tidak menguntungkan, masih ada segenggam harapan, bahwa dalam
tahun baru ini akan terjadi perubahan yang lebih baik, meskipun mungkin tidak
harus signifikan. Karena dengan harapan itu, Anda akan terpacu untuk berjuang
demi hari depan yang lebih baik.
Namun kalau sekadar harapan tanpa kerja keras, hanya akan tetap
menjadi harapan yang mengawang. Dalam bahasa filsafat hanya akan menjadi
harapan murni. Kecuali Anda seorang anak atau istri konglomerat yang tanpa
melakukan apa pun sudah memperoleh apa pun dari konglomerat itu sendiri. Kalau
saat ini yang diharapkan adalah untuk memperoleh kekayaan materi, misalnya.
Tetapi apa pun yang diharapkan, tetaplah sekali lagi usaha dan
kerja keras merupakan pintu pertama untuk mengubah harapan menjadi realita.





0 komentar:
Posting Komentar